Komputer | Jaringan | Software | Driver | Internet | Blogging | Bisnis | SEO | Kesehatan | Musik | Game | Refreshing | Dota | Umum

Jumat, 01 Oktober 2010

Alangkah Lucunya Negeri Ini ...

Sebelumnya mohon maaf, bila review ini sudah telat lama hehe, maklum saya juga baru menyimak dan memperhatikannya. ( Baru dapat copy dari seorang teman hehe )

Ini sebuah film, yang berjudul " Alangkah Lucunya Negeri Ini " Bercerita tentang kehidupan real di sebuah kota besar, kehidupan kaum bawah, rakyat jelata, rakyat miskin, rakyat tidak berpendidikan, rakyat terlantar yang tidak diurus oleh pemerintah. Cerita ini menggambarkan sebuah fenomena aneh sekaligus lucu, karena dalam UUD 45, pasal 34, "fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara" tapi coba kita lihat kenyataan saat ini, para PKL, asongan mereka yang hendak mencari penghasilan halal eh kok malah menjadi buronan oleh satpol PP, tidak hanya di film ini saja, tapi di kehidupan nyatapun seperti itu. Dimana pengamalan UUD tersebut ? dimana ? apakah hanya coretan tinta tertulis di kertas saja ? mungkin ...

Mungkin film ini adalah sebuah sindiran atau bahkan kritikan terhadap sistem pemerintah di negara kita yang selama ini tidak berkembang malah mengalami kemunduran. Korupsi selalu saja ada, meskipun sudah dibentuk tim khusus KPK untuk memberantasnya. Banyaknya jumlah kemiskinan dan banyaknya pengangguran, memicu dan menstimulus untuk melakukan tindak kriminalitas hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, yaitu isi perut alias makan.

Copet misalnya, di film ini juga mengisahkan kehidupan anak jalanan yang berprofesi sebagai copet. Kenapa mereka mencopet ? jawabannya hanya satu, untuk bertahan hidup. Karena mereka hidup sebatang kara, terlantar, tidak mempunyai orang tua, tidak berpendidikan, jelaslah mereka tidak sekolah, solusinya hanyalah mencopet jalan satu2nya untuk menghasilkan uang agar perut mereka selalu terisi.

Sinopsis film ini bisa anda lihat di sini

Atau yang ingin langsung melihat filmnya, anda bisa mendownload di sini ...
Kemudian ketiga file tersebut diextract satu per satu berurutan sesuai part dari bungkusnya ( rar ) agar menjadi 1 file utuh

Yach saya hanya menuliskan apa yang ingin saya tulis setelah melihat dan menghayati isi cerita dalam film tersebut. Mungkin tulisan ini adalah luapan2 dan gejolak batin atas apa yang terjadi di kehidupan ini. Sekian dan saya akhiri tulisan ini dengan. "titik"

~ Happy Blogging ~

2 comments:

Ayub Adiputra mengatakan...

wah...saya malah baru tahu ini film. memang sepertinya itulah realita hidup mas. saya sudah pernah merasakan diuber-uber satpol PP kayak penjahat rasanya...hehe...tidak bisa apa ya mengayomi kita. katanya teman di satpol PP cuma di kasih pembinaan gaya kentut suruh pulang ke rumah. ya percuma tidak ada solusi buat menghadapi kehidupan yang kelam. dikasih training usaha keg.

selain itu aroganisme para aparatur hukum juga bikin jengkel saja. bikin kepala kenyat-kenyut lihatin kelakuan mereka yang tidak bermoral...hehe...pengennya sih memblas tapi tetep saja takut sama pistolnya. tidak mau mati sia-sia...hehe...

pemertintah juga sering omong kosong. sekarang lihat saja jenjang kaya dan miskin semakin lebar. katanya angka kemiskinan menurun...prreeettt...bohong saja itu, nayatanya dari survei mengatakan tidak demikian. makin banyak lulusan yang menganggur, contoh saja saya...ahahag...masih sakit sih. ya begitulah unek" saya. kayaknya nggak nyambung nich.

Andry li mengatakan...

Filmnya bagus nih mas ayub, membuat kita sadar akan fenomena real yg terjadi di negara kita, sungguh mengenaskan !

Masih nyambung kok tentang apa yg mas Ayub unek2an, memang tampak jelas sekali ketidak adilan di negara tercinta ini, sistem sudah terlampau rusak, korupsi masih tetap saja ada, entah kapan negara kita akan maju ? ...

Posting Komentar