Komputer | Jaringan | Software | Driver | Internet | Blogging | Bisnis | SEO | Kesehatan | Musik | Game | Refreshing | Dota | Umum

Rabu, 20 April 2011

Epidemiologi Demam Berdarah Dengue / DBD

Sebelumnya, agar lebih memahami tulisan ini, anda perlu mengetahui arti kata dari epidemiologi, makna istilah tersebut adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi. Ini adalah model corestone penelitian kesehatan masyarakat, dan membantu menginformasikan kedokteran berbasis bukti (eveidence based medicine) utnuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk kedokteran preventif. ( sumber wikipedia )

Epidemiologi Demam Berdarah Dengue / DBD

A. Penyebab

Penyakit DBD ini disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne viruses ( arboviruses ). Keempat tipe virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain, Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tipe tiga.
B. Gejala

Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :
  1. Demam tinggi yang mendadak 2 - 7 hari ( 38' C - 40' C )
  2. Manisfestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
  3. Hepatomegali ( pembesaran hati )
  4. Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik 80 mmHg atau lebih rendah
  5. Trombositopeni, pada hari ke 3 - 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 / mm3.
  6. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
  7. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai anoreksi, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare, kejang dan sakit kepala.
  8. Pendarahan pada hidung dan gusi.
  9. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
C. Masa Inkubasi

Masa inkubasi terjadi selama 4 - 6 hari.

D. Penularan

Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang.
Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim / alam serta perilaku manusia.

E. Penyebaran

Kasus penyakit ini pertama kali di Manila, Filipina pada tahun 1953. Kasus di Indonesia pertama kali dilaporkan terjadi di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah kematian sebanyak 24 orang. Beberapa tahun kemudian penyakit ini menyebar ke beberapa propinsi di Indonesia, dengan jumlah kasus sebagai berikut :
  • Tahun 1996 : jumlah kasus 45.548 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 1.234 orang.
  • Tahun 1998 : jumlah kasus 72.133 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 1.414 orang (terjadi ledakan)
  • Tahun 1999 : jumlah kasus 21.134 orang
  • Tahun 2000 : jumlah kasus 33.443 orang
  • Tahun 2001 : jumlah kasus 45.904 orang
  • Tahun 2002 : jumlah kasus 40.377 orang
  • Tahun 2003 : jumlah kasus 50.131 orang
  • Tahun 2004 : sampai tanggal 5 Maret 2004 jumlah kasus sedah mencapai 26.015 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang.
Demikianlah ulasan yang saya kutip dari lebaran brosur Pusat Pelayanan Kesehatan Universitas Airlangga ( PLK - UA ) semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua

~ Semoga Bermanfaat ~

0 comments:

Posting Komentar