Komputer | Jaringan | Software | Driver | Internet | Blogging | Bisnis | SEO | Kesehatan | Musik | Game | Refreshing | Dota | Umum

Kamis, 14 April 2011

Demam Berdarah Dengue ( DBD ) ... Apa Itu ?

Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan pengakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mula, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperi flu atau tipus. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diagnosis DBD serta pemeriksaan penunjang ( laboratorium ) dapat membantu terutama bisa gejala klinis kurang memadai.

Penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akan tetapi konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Sejak itu penyakit tersebut menyebar ke berbagai daerah sehingga sampai tahun 1980 selurh propinsi di Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan, jumlah kasus menunjukkan kecenderungan meningkat baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadis selalu terjadi KLB setiap tahun.

KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan Incidence Rate ( IR ) = 35,19 per 100.000 penduduk dan CFR = 2 %. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebensar 10,17 %, namun tahun-tahun berikutnya IR cenderung meningkat yaitu 15,99 ( tahun 2000 ); 21.66 ( tahun 2001 ); 19,24 ( tahun 2002 ); dan 23,87 ( tahun 2003 )

Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit, desebabkan karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun.

Sumber : Brosur Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga ( PLK - UA )

~ Blogging Healthy ~

1 comments:

Opsikom mengatakan...

Makasih artikelnya, kebetulan orang tuaku sedang mengalami dbd ini.

Posting Komentar